Ini cerita saya setelah dari Kaliseling Van Central
Java. Sudah puas dengan berkeliling di Wisata Kaliseling, kamipun memutuskan
untuk menuju satu tempat wisata lagi yang lokasinya enggak jauh dari
Kaliseling. Lokasi wisata ini tepatnya adalah Wisata Selok View yang ada
dibalik bukit dari lokasi Kaliseling. Enggak terlalu jauh kok lokasinya.
Pada pintu pertama kami masuk, kami harus membeli tiket
terlebih dahulu. Tiket ini merupakan tiket wisata Gunung Selok, bukan wisata
Selok View. Disini para pengunjung akan dikenakan tarif tiket sebesar Rp 4.000
untuk tiap orang.
Dari loket tiket pertama di pintu masuk utama Bukit Selok
menuju ke lokasi Selok view masih sedikit menempuh perjalanan jauh dan tambah
lagi, jalannya sedikit nanjak. Ya walaupun ga jauh-jauh banget sih, karena kita
naik motor.
Setelah beberapa saat melewati teduhnya pepohonan yang
sedikit seperti rimba, serta jalanan yaang dipenuhi kerikil-kerikil kecil,
akhirnya kami sampai juga nih di Wisata Selok View. Disini kami dikenakan tarif
parkir untuk motor Rp 3.000 dan lalu kami harus membeli tiket lagi untuk bisa
masuk ke lokasi selok view yang lokasinya di atas bukit selok dengan harga Rp
3.000 per orang.
Wah gak kebayang kan pas puasa jalan-jalan yang harus pake
nanjak banget. Nah si krunyil ini dah mau pesimis dulu nih, apalagi melihat
segarnya es teh dalam botol itu lho. Aduh behhh,,, hemmm,, parah kan.
Kami
harus naik lagi melewati jalur yang hanya tersusun atas tanah liat dan
bebatuan.Selama kami mendaki, sepanjang jalan kami ditemani hamparan rimba
disisi kiri kami dan jurang disisi kanan kami. Tapi tenang saja, jalan yaang
kami lalui tak sesempit yang kamu kira. Jalannya luas kok, hanya saja saran saya
kalau mau kesini pakailah sepatu atau sandal yang nyaman buat jalan jauh.
Sepanjang jalan akan banyak sekali beberapa papan-papan kayu
yang berisikan tulisan quote-quote yang mungkin bisa jadi caption postinganmu,
gombalanmu ke pacar kamu, ataupun quote yang saya sendiri ga mudeng maksudnya
apa, alias jayus (hehehe).
Hijau Biru Alamku
Setelah jalan beberapa lama dengan jalur yang menanjak,
akhirnya kami sampai juga di puncak pertama bukit Selok View. Berbagai spot
foto yang disuguhkan secara gratis telah tersedia disini.
Hamparan sawah yang
hijau subur, hijaunya bukit yang mempesona, serta birunya laut dengan deburan
ombak yang kian menambah pesona alamku. Pesona alam dari daerah yang selama ini
hanya dibilang kota buntu.
Aku memilih sekedar duduk dipapan panggung ini. Tujuanku
simple sih, tentunya agar bisa mengabadikan momen sambil menikmati indahnya
karunia Tuhan. Yah, duduk ditempat ini ternyata saya baru sadar, ternyata
Cilacap itu indah, asri, cantik, dan mempesona.
Setelah puas dipuncak pertama, lalu kami memutuskan untuk
naik ke puncak utama yang kisaran enggak terlalu jauh dari lokasi ini. Selama
perjalanan menuju puncak utama kami disuguhi dengan spot bola warna yang
digantung di antara pepohonan. Sebenarnya ini sudah bagus, namun akan lebih
indah jika warna bolanya sedikit lebih terang dan jangan terlalu tinggi
menggantungnya.
Beberapa pohon diberi ayunan hammock untuk sekedar duduk-duduk
bersantai. Namun jika kesan saya melihat hammock yang dipasang mungkin kurang
tepat cara masangnya. Sehingga tidak bisa untuk di duduki atau sekedar tiduran.
Hal ini dikarenakan pemasangan yang sedikit miring hingga membuat jatuh saat
diduduki.
Nah pas sudah sampai di puncak, rasanya adem banget. Seger
udaranya, bagus pemandangannya, nah lebih serunya lagi nih ada spot foto yang
bagus. Jembatan gantung nih,enak tentunya buat yang suka adrenalin buat foto.
Tapi sayangnya kurang ada alat pengamannya, manakala terjadi sesuatu yang tidak
diinginkan ya sudah deh pasrah. So, buat yang mau naik, tolong taati aturan
yang yang sudah ada di tangga awalnya yah.
Kalau yang mau kesini saran saya jangan mau tuh nemenin
orang pacaran yah, ntar malah jadi obat nyamuk dan baper nih. Masih mending sih
kalau cuman jadi obat nyamuk, eh ini malah jadi nyamuknya (hahaha).
Taat Aturan adalah Etika Kepatuhan
Wisata ini memang tidak menyediakan alat pengaman di berbagai
spot dan juga disemua spot pun tidak ada guide yang berjaga. Tentunya kita
enggak pengin kan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Misal nih jatuh
dari spot ataupun misal terjadi resiko kecelakaan di spot-spot tertentu.
Saran saya meski tidak ada operator, tepatilah aturan yang
sudah tertulis di tiap-tiap spot. Misal saja dari mulai melepas alas kaki. Ini
memang terkesan sepele sekali, namun saya sih cuman berfikir positifnya saja
yah. Bayangkan jika mau naik ke spot jembatan gantung tapi make high heels. Wah
sudah tentu merepotkan dong, malah bisa-bisa terpeleset jatuh.
Nah, di semua tempat memang sudah ada rambu-rambu kapasitas
orangnya. Namun ini juga kapasitas jumlah orangnya. Misal nih untuk kapasitas
di tiap spot ditulis maksimal 2 orang, maka taatilah. Namun ini juga harus kita
telaah lagi jika berat badan per orangnya sama dengan berat badan dua orang, ya
otomatis bijak lah dengan berfoto sendiri.
Bijak dalam menaati aturan adalah kunci sebuah keselamatan.
Sehebat apapun kita tentu setiap musibah akan tetap mengancam. Dengan kita
bijak mengikuti aturan setidaknya kita sudah mencoba untuk menjaga keselamatan
diri kita dan orang lain disekeliling kita.
Oke deh ini ulasan saya untuk Wisata Selok View. Apabila
tulisan saya mungkin ada yang kurang tepat bisa saja disampaikan melalui kolom
komentar. Semoga semakin banyak lagi tempat wisata di Cilacap yah.
Salam Pariwisata,
Komentar
Posting Komentar